Jumat, 09 Oktober 2015

Bahasa Indonesia secara baik dan benar

1. Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar
          Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai  dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat juga diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.
         Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Masalah yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain adalah disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa kita sadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal seperti ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak sesuai dan tidak baik.
        Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan sebagai penggunaan dan pemakaian kata-kata dalam ragam bahasa yang serasi dan selaras dengan sasaran atau tujuan. Yang terlebih penting lagi adalah mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar. Pernyataan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu pada ragam bahasa yang dimana memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan biasanya adalah dalam bentuk bahasa yang baku.

A. Bahasa yang baik dan benar itu memiliki empat fungi :
(1) fungsi pemersatu kebhinnekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas-batas kedaerahan;

(2) fungsi penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulan dengan bangsa lain;

(3) fungsi pembawa kewibawaan karena berpendidikan dan yang terpelajar; dan
(4) fungsi sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya dan betul tidaknya pemakaian bahasa.

B. Ciri – ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut :
  1. Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat  yang baku: acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
  2. Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget; uang dan bukan duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.
  3. Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
  4. Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.
  5. Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud aslinya.
C. Contoh Menggunakan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar
Contoh nyata dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku:
  • Apakah kamu sedang mengerjakan tugas rumah saat ini?
  • Apa yang kamu kerjakan tadi di sekolah?
  • Contoh ketika dalam dialog antara seorang Orangtua dengan anaknya.
    • Orangtua : nabil ! Apa yang sedang kamu lakukan?
    • Nabil : Saya sedang bermain game. Ada apa, bu?
    • Orangtua : Apakah kamu tidak belajar untuk ujian besok?
    • Nabil : Ya, akan saya lakukan setelah saya selesai bermain game, bu.
·     Kata-kata diatas adalah kata yang sesuai untuk digunakan dalam lingkungan sosial 
         Contoh lain yang saya kutip adalah pada Pembukaan Undang-Undang Dasar antara lain :
Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
Dari beberapa kalimat didalam undang-undang dasar tersebut menunjukkan  bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sangat baku, dan itu merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar.
·         Contoh lain, seperti kegiatan sosialisasi yang dilakukan antara masyarakat. Contohnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan keheranan, keraguan atau kecurigaan. Ini akan terlihat sangat aneh bila dalam komunikasi kita dalam bersosialisasi dengan orang lain, kita menggunakan bahasa baku seperti ini.
·         (1)   Berapakah Bapak mau menjual harga game ini?
·         (2)   Apakah sayur ini masih segar, berapa harganya bu, untuk sayuran ini?
·         Contoh di atas merupakan contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat.
·         (3)   Jual berapa pak? Game ini?
·         (4)   Masih segar, bu? Berapa harganya?
·         Bahasa indonesia yang baik dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti,  bentuk bahasa baku yang sah dibuat agar secara luas masyarakat indonesia dapat berkomunikasi menggunakan bahasa nasional.
·         Contoh nyata, pada kutipan teks “Sumpah Pemuda” adalah sebagai berikut :
“Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”,
demikianlah bunyi dari alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para pemuda yang kemudian menjadi salah satu factor penting pendiri bangsa dan negara Indonesia. Bunyi alenia ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia, khusus nya kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia sudah sepatutnya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu berterima kasih lah kita terhadap “BAHASA”, karena bahasa juga merupakan faktor penting didalam konteks sumpah pemuda, oleh karena bahasa merupakan sesuatu hal yang bersifat universal, sehingga pemakainya menjadi mudah dan tepat pada saat seperti diatas. Dan penerimaannya juga baik, karena adanya pemakaian kata-kata yang baik dan benar.
·         Contoh lain adalah paragraph dibawah ini, merupakan sebagian dari gaya bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD dan menggunakan bahasa baku atau bahasa ilmiah dan bukan kata popular dan bersifat objektif, dengan penyusunan kalimat yang cermat dan tepat.
Dalam paradigma profesionalisme sekarang ini, ada tidaknya nilai informative dalam jaring komunikasi ternyata berbanding lurus dengan cakap tidaknya kita menulis. Pasalnya, selain harus bisa menerima, kita juga harus mampu memberi. Inilah efek jurnalisme yang kini sudah menyesaki hidup kita. Oleh karena itu, kita pun dituntut dalam hal tulis-menulis demi penyebaran informasi. Namun persoalannya, apakah kita peduli terhadap laras tulis bahasa kita. Sementara itu, yakinilah, tabiat dan tutur kata seseorang menunjukkan asal-usulnya, atau dalam penegasan lain, bahasa yang kacau mencerminkan kekacauan pola pikir pemakainya. Buku ini memperkenalkan langkah-langkah pragmatic yang Anda perlukan agar tulisan Anda bisa tampil wajar, segar, dan enak dibaca Dan yang menjadi kesimpulan adalah bahwa yang bisa kita pelajari dari semua ini adalah Bahasa merupakan sebuah suatu karunia yang diberikan Tuhan pada manusia agar manusia bisa memahami dan mengerti satu sama lain, menjadikannya sebagai alat komunikasi yang dasar dan sentral dan disamping itu bisa menjadi kekuatan tersembunyi dalam mempersatukan suatu hal dalam penggunaannya, dan ada baiknya jika dalam penggunaannya, kita memakai bahasa yang baik dan benar, sehingga bahasa yang kita sampaikan terlihat sesuai .

2. Fungsi bahasa Sebagai alat komunikasi
         Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4).
Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain.         Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita.Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Oleh karena itu, seringkali kita mendengar istilah “bahasa yang komunikatif”. Misalnya, kata makro hanya dipahami oleh orang-orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum..Dengan kata lain, kata besar atau luas,dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. Sebaliknya, kata makro akan memberikan nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional.Contohnya : Kata griya, misalnya lebih sulit dipahami dibandingkan kata rumah atau wisma. Dengan kata lain, kata besar, luas, rumah, wisma, dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum.
  • Pertama, bahasa Indonesia baku berfungsi pemersatu. Bahasa Indonesia baku mempersatukan atau memperhubungkan penutur berbagai dialek bahasa itu. Bahasa Indonesia baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bahasa Indonesia baku.
  • Kedua, bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai penanda kepribadian. Bahasa Indonesia baku merupakan ciri khas yang membedakannya dengan bahasa-bahasa lainnya.
  • Ketiga, bahasa Indonesia baku berfungsi penambah wibawa. Pemilikan bahasa Indonesia baku akan membawa serta wibawa atau prestise. Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi melalui pemerolehan bahasa baku.
  • Keempat, bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan. Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan bagi pemakainya dengan adanya norma atau kaidah yang dikodifikasi secara jelas.
        Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan baik atau tidak. Selain itu juga bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan dan tulisan.Berkomunikasi melalui lisan, yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering mengenal ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”,”Time untuk “waktu”. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Contoh bahasa sebagai alat komunikasi berupa:
Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, lukisan, gambar, dsb).
Contohnya :
  • bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam)
  • adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
  • suara adzan untuk tanda segera melakukan sholat
  • telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
  • simbol rambu-rambu lalu lintas yang berada di jalan
  • gambar peta yang menunjukkan jalan
  • melambaikan tangan berarti untuk menyampaikan salam
 Contoh Percakapan dialog dengan menggunakan Bahasa Indonesia :
Rachman : “Hai, Fana apa kabar.?”
Fana        : “Hai juga Rahman. Kabar aku baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya Rachman?”
Rachman : “Aku juga baik Fana. Fana setelah lulus kuliah mau kerja dimana?”
Fana        :  “Aku mau melanjutkan kerja di Bank Syariah.”
Rachman :  “Wah, kita sama. Aku juga hendak melanjutkan kerja di Bank Syariah .”
Fana        :   “Bagaimana jika kita melamar ke Bank Syariah bersama-sama?”
Rachman :   “Wah, itu ide yang bagus Fana. Baiklah minggu depan kita rencanakan lagi, ya.”
Fana        :   “Baiklah, Rahman.”
Dari percakapan di atas terlihat bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan sudah mencerminkan fungsi bahasa sebagai komunikasi.

Sumber :
https://limitationeye.wordpress.com/2013/10/24/tugas-bahasa-indonesia-penggunaan-bahasa-indonesia-secara-baik-dan-benar-serta-fungsi-bahasa-sebagai-alat-komunikasi/

Bulp, Aplikasi 'Perangkul' Aspirasi Masyarakat Buatan Anak Bangsa

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas layanan publik yang hadir di setiap perusahaan memang dinilai begitu penting. Di sisi lain, kesadaran masyarakat Indonesia akan sebuah feedback (umpan balik) terhadap kualitas layanan dapat membantu peningkatan layanan yang diberikan. Saat ini, perkembangan industri swasta di Indonesia berkembang begitu masif.

Hal tersebut secara otomatis membuat masyarakat semakin kritis dan peka untuk menyampaikan
feedback-nya untuk kualitas layanan yang ditawarkan masing-masing perusahaan.

Oleh karena itu, hadirlah Bulp, sebuah aplikasi yang dapat menampung aspirasi masyarakat terhadap kualitas layanan perusahaan yang ada di Indonesia.


Aplikasi
customer relation management pertama buatan perusahaan rintisan (startup) lokal ini hadir untuk menjembatani perusahaan dan masyarakat melalui penyampaian aspirasi yang komprehensif dan kolaborasi serta partisipasi aktif dari masyarakat dan perusahaan secara independen.

Chief Executive Officer dan Founder Bulp, Arie Nasution, mengungkap bahwa berdasarkan hasil riset yang dilakukan Avaya Indonesia pada 2015, 5 dari 6 orang Indonesia selalu merasa tidak puas dengan pelayanan perusahaan. 


Selain itu, hasil riset Gudpoin pada 2014 menyatakan, 96 persen dari pelanggan yang tidak puas dengan pelayanan perusahaan enggan untuk menyampaikan keluhannya. Hal tersebut tentunya berpotensi merugikan perusahaan, dimana perusahaan tidak dapat mendengar aspirasi masyarakat.


"Bulp diciptakan sebagai solusi untuk masyarakat menyampaikan aspirasi yang menyeluruh dengan mudah, tidak hanya keluhan, melainkan saran, permintaan hingga pujian yang ditujukan untuk pengembangan pelayanan dan tentunya mendapatkan respon dari perusahaan bersangkutan yang telah menjalin kerjsama dengan Bulp," tutur Arie pada saat peluncuran aplikasi Bulp di Conclave, Jakarta, Selasa (29/9/2015).


Arie menambahkan, sejak Januari hingga kini, Bulp telah menerima lebih dari 9000 aspirasi. Uniknya, 78 persen dari aspirasi tersebut bukan merupakan keluhan. Melainkan berupa saran, permintaan dan bahkan pujian.


"Dengan fitur yang dihadirkan Bulp, masyarakat bisa memberikan masukan yang tidak biasa, bahkan bisa dibilang 'menginspirasi'. Kunci keberhasilan kontrol sosial melalui gerakan yang kami usung, #YourVoiceMatters, merupakan kontribusi dan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku industri swasta. Kami berharap, gerakan ini dapat diterima dengan baik oleh kedua belah pihak," tambah Arie.


Bulp menawarkan fitur utama yang dapat digunakan penggunanya untuk menyalurkan aspirasi langsung ke perusahaan yang ingin di-
feedback. Aspirasi tersebut berupa saran, komplain (keluhan), permintaan, dan pujian.

Setelah mengumpulkan
feedback, pengguna bisa mengetahui perkembangan aplikasi dengan lima status yaitu pending, rejected, approved, delivered, dan responded.

Hadirnya kelima status ini diharapkan dapat memberikan keyakinan pengguna bahwa aspirasi yang disampaikan telah diteruskan ke perusahaan terkait melalui sistem Bulp dan juga merupakan bentuk dorongan kepada perusahaan agar aktif dalam memberikan respon terhadap aspirasi pelanggan.
 
Analisis :
Suatu aplikasi bentuk dorongan baru kepada perusahaan agar aktif dalam menyampaikan saran,keluhanan,permintaan  dan  pujian. Dengan fitur Bulp, masyarakat dapat menyampaikan feedback-nya untuk kualitas layanan yang ditawarkan masing-masing perusahaan. Bulp sebuah aplikasi yang dapat menampung aspirasi masyarakat terhadap kualitas layanan perusahaan yang ada di Indonesia. Hal tersebut tentunya berpotensi merugikan perusahaan, dimana perusahaan tidak dapat mendengar aspirasi masyarakat dengan adanya aplikasi Bulp bisa diterima oleh kedua pihak.Bulp saat ini sudah perkembang dengan lima situs yang mudah di akses. Bulp itu sendiri adalah buatan anak bangsa dan bisa menyalurkan aspirasi masyarakat dalam suatu pelayanan di perusahaan itu sendiri, supaya pelayanan tersebut mau menerima saran dll dari pelanggan dan menjadikan perusahaan itu sendiri membenahi pelayaanan terhadap pelanggan.

Sumber :
http://tekno.liputan6.com/read/2328304/bulp-aplikasi-perangkul-aspirasi-masyarakat-buatan-anak-bangsa

Aplikasi Smartwatch GM Bakal Bisa Buka Kunci Mobil

 
Liputan6.com, Jakarta Kehadiran smartwatch berhasil menarik perhatian produsen mobil. Setidaknya ketertarikan tersebut ditunjukkan oleh General Motors (GM) terhadap Apple Watch.

Dilansir
The Wall Street Journal, Senin (5/10/2015), ketertarikan GM itu disampaikan oleh Vice President of Strategy GM, Mike Ableson, saat menggelar presentasi. Ia menunjukkan sejumlah gambar aplikasi Apple Watch, yang tengah menjalani uji coba.

Nantinya dengan kehadiran aplikasi itu, para pemilik kendaraan bisa membuka dan mengunci mobil mereka. Bahkan tak menutup kemungkinan juga bisa menyalakan mesin dari jarak jauh atau secara remote.


Aplikasi tersebut kemungkinan bisa menjadi tren dalam bisnis otomotif, sehingga tidak perlu lagi menggunakan komponen konvensional untuk mengoperasikan mobil. Pengujian aplikasi ini sekaligus menjadi upaya GM untuk dapat terus bersaing dalam pertarungan teknologi di industri otomotif.


Seperti diketahui, persaingan industri otomotif dikabarkan akan semakin sengit. Karena tidak hanya akan bersaing dengan sesama produsen mobil, tapi juga para pendatang baru termasuk perusahaan-perusahaan teknologi seperti Uber Technologies.


GM pun yakin bisa mengatasi tantangan tersebut, termasuk "ancaman" dari Google dengan mobil tanpa supir, serta mobil listrik besutan Apple yang dikabarkan tengah dalam proses pengembangan.

Analisis :
Suatu rancang yang ingin di kembangkan dalam dunia ototmotif dengan suatu aplikasi berbasis teknologi aplikasi. Suatu perusahaan bisa memiliki suatu aplikasi untuk mengoprasikan mobil tanpa supir. Mobil listrik yang akan dalam tahap proses pengembangan di harapkan dapat memunculkan strategi yang baik bagi para penggunanya dan bisa mengatasi polutan dengan adanya mobil listrik. Aplikasi yang akan di kembangkan dengan lebih banyak menarik perhatian bagi kalangan yang memaikainya. Dengan aplikasi tersebut memudahkan para pengguna mobil untuk membuka ataupun mengunci mobil dengan bantuan aplikasi.

Sumber :
http://tekno.liputan6.com/read/2331020/aplikasi-smartwatch-gm-bakal-bisa-buka-kunci-mobil

5 Aplikasi Populer Karya Anak Bangsa

Liputan6.com, Jakarta - Memperingati HUT Republik Indonesia ke-70, Google memberikan apresiasi bagi anak-anak bangsa yang berhasil menciptakan dan mengembangkan Aplikasi populer di Google Play Store bagi perangkat Android.

Lima Aplikasi hebat ini adalah kreasi lokal dengan popularitas tertinggi di antara pengguna Android di Indonesia. Kreasi mereka membantu menunjukkan keragaman wisata dan budaya tanah air, serta memberi kemudahan bagi netizen menjalani rutinitas mereka, seperti melaporkan masalah di sekitar komunitas dan mendapatkan bantuan transportasi.

Google Play Store terus berkomitmen untuk membantu pengembang-pengembang lokal di Indonesia untuk bisa menunjukkan kreasi mereka kepada dunia, sekaligus membantu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengguna smartphone yang terus berkembang di Indonesia.

Berikut adalah lima Aplikasi tersebut:
Go-Jek
Thanks to Go-Jek, pengalaman "abang ojek" Anda menjadi jauh lebih berbeda, baik saat harus pergi ke suatu tempat, mengantarkan barang, hingga membeli makanan yang Anda inginkan kapan saja. Aplikasi Go-Jek di Android membuat pengalaman ini menjadi dua kali lipat lebih nyaman, cepat, dan mudah diaskes.

Wisata Lokal
Indonesia adalah negara yang kaya akan cerita, dan menawarkan beragam keindahan untuk dieksplor. Bagi Anda yang berencana untuk menjelajahi tanah air, aplikasi ini memiliki informasi yang komprehensif mengenai destinasi wisata lokal. Data yang mereka miliki cukup lengkap, seperti atraksi wisata berdasarkan provinsi, taman nasional, dan pulau, lengkap dengan foto, peta, ulasan pengunjung, dan fitur untuk berbagi informasi lewat media sosial. Dari pusat jajanan hingga tempat belajar alat musik lokal, Wisata Lokal akan mengubah smartphone Anda menjadi travel guide lokal yang komprehensif.

Qlue: Jakarta Smart City
Dengan menggunakan foto dan lokasi, Qlue adalah aplikasi media sosial yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melaporkan dan mendiskusikan masalah pada lingkungan sekitar mereka, seperti sanitasi, jalan rusak, dan lainnya. Bekerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan program Jakarta Smart City, aplikasi ini membantu pemerintah dalam memonitor dan menyelesaikan masalah-masalah yang dilaporkan. Qlue juga membantu pengguna menemukan bisnis di sekitar mereka, di mana pengguna bisa memberikan ulasan agar bisnis-bisnis tersebut bisa semakin berkembang.

Traveloka App
Selain harga yang ditawarkan oleh Traveloka terjangkau, faktor lain yang membuat aplikasi ini sangat populer bagi pengguna Android adalah adanya informasi tampilan harga net. Artinya, tidak ada lagi biaya tambahan atau tersembunyi yang perlu dibayarkan. Traveloka App juga memberikan kemudahan penggunanya untuk booking hotel dan informasi tiket pesawat murah.

PicMix: Collage Photo Maker
Ada banyak sekali aplikasi foto dan kamera di luar sana, tapi tak banyak yang tahu kalau ada kreasi anak Indonesia yang tak kalah hebat. Dengan fitur frame dan stiker yang kreatif, PicMix membuat pengalaman berbagi foto ke media sosial dan aplikasi chatting menjadi lebih menyenangkan. Made in Indonesia!

Analisis :
Berkembangnya Teknologi yang semakin canggih memudahkan kita dalam berbagai hal. karya anak bangsa sendiri yang kreatif menciptakan inovasi baru dalam membuat aplikasi dan membuka suatu pekerjaan bagi yang membutuhkan seperti "GO-JEK" suatu aplikasi yang lagi banyak di perbincangkan di dunia maya saat ini.  hanya bermodalkan HP kita bisa memesan GO-JEK dengan gampang dan bisa menerobos macetnya ibu kota jakarta.suatu aplikasi yang mudah bisa kita download lalu kita gunakan sesuai yang ingin kita pakai dan memudahkan kita dalam memesan suatu tempat dengan memilih aplikasi tesebut tanpa harus kita pergi keluar rumah untuk memesan sesuatu.  Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat kita harus bisa lebih bisa berfikir dalam hal yang baru dan terus berinovasi dalam bidang teknologi.

Sumber :
http://tekno.liputan6.com/read/2294840/5-aplikasi-populer-karya-anak-bangsa?p=1

Telekomunikasi Indonesia Sudah Saatnya Naik Kelas



Kehadiran perangkat mobile murah pintar semakin menjamur di pasaran. Harga perangkat gadget yang murah tersebut membuat penyebarannya menjadi lebih luas dan lebih cepat.

Akibatnya, kebutuhan akan layanan data di Indonesia semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Di wilayah perkotaan maupun pedesaan, layanan internet sudah menjadi sebuah kebutuhan yang kian membesar. Sayangnya, peningkatan kebutuhan itu tak diimbangi penyediaan fasilitas komunikasi yang ada di tengah masyarakat.

"Hingga saat ini baru 100 kota yang terkoneksi dengan internet melalui 3G," kata Teguh Prasetya, Pengamat Telekomunikasi Indonesia yang ditemui tim Tekno Liputan6.com di Airman Restaurant, Jakarta.

Ia menyebut bahwa jumlah itu masih sangat sedikit bila dibandingkan 33 ribu desa yang ada di Indonesia. Kawasan perkotaan juga disebutkan Teguh harus memiliki koneksi yang lebih baru.

"Pemerintah dan industri harusnya mulai bergerak menyediakan 3G untuk pedesaan yang ada 33 ribu di Indonesia. Di perkotaan sendiri harusnya sudah mulai pakai 4G, sudah saatnya teknologi komunikasi Indonesia naik kelas," imbuh Teguh.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring yang ditemui tim Tekno Liputan6.com beberapa waktu lalu juga pernah mengatakan bahwa teknologi 4G akan mulai dibuka secara komersial pada akhir tahun 2013.

Teknologi berbasis 4G sempat diterapkan ketika ajang pertemuan Asia Pasific Economic Co-operation (APEC) di Bali awal Oktober lalu. Namun, hingga saat ini penyedia layanan operator selular Tanah Air masih belum memilki izin menggelar layanan komunikasi 4G.

Analisis :

Teknologi yang berkembang begitu pesat dengan memunculkan inovasi baru. Kini menghadirkan suatu layanan koneksi internet 4G suatu koneksi internet dengan lebih mudah dan cepat. Dengan mudah Gadget baru pun mempunyai fitur 4G dengan inovasi yang berbeda-beda untuk menarik suatu pembeli. semakin meningkatnya layanan internet seiring berjalannya waktu dan menjadi sebuah kebutuhan yang semakin membesar. peningkatan kebutuhan ini tidak diseimbangi dengan penyediaan fasilitas yang ada di tengah masyarakat. Kini saatnya Teknologi Komunikasi indonesa naik kelas. koneksi 4G harus di dukung di pedesaan yang masih menggunakan 3G untuk saat ini. berkembangnya suatu inovasi baru membuat ketertarikan para pengguna gadget untuk membeli mobile dengan fitur 4G harus di dukung dengan koneksi yang masih sedikit untuk di daerah pedesaan. Optimalisasi 4G belum optimal, Indonesia salah satu negara yang masih belum pakai 4G menyeluruh. Smartphone yang mendukung 4G masih terbatas untuk saat ini.

Sumber :

http://tekno.liputan6.com/read/735591/telekomunikasi-indonesia-sudah-saatnya-naik-kelas

Belum Semua Pakai 4G, Teknologi 5G Siap Mendarat?


Liputan6.com, Jakarta - Teknologi komunikasi yang bisa mentransfer data lebih cepat terus menerus dikembangkan. Setelah 4G LTE (long term evolution) banyak dipakai di dunia, kabarnya peneliti mulai berencana mengembangkan generasi berikutnya, 5G.

Rencana pengembangan 5G itu muncul dari pencetus teknologi 4G LTE, NTT DoCoMo. Operator asal Jepang itu disebutkan telah menggandeng Nokia Solution Network (NSN) untuk mengembangkan 5G.


Salah satu perusahaan teknologi penyedia jaringan telekomunikasi, Ericsson mengaku bahwa saat ini 5G masih sebatas wacana. Perusahaan asal Swedia itu juga mengatakan bahwa pengembangan 5G masih perlu waktu yang cukup panjang.


"Pengembangannya masih cukup panjang untuk 5G. Optimalisasi 4G saja kan belum optimal, Indonesia salah satu negara yang masih belum pakai 4G menyeluruh," ungkap Hardyana Syintawati, VP Marketing Communication Ericsson Indonesia yang ditemui di kampus Indonesia International Institute for Life Science (I3L), Jakarta.


Ia juga menuturkan prediksinya soal 5G tersebut dikarenakan masih belum ada standar yang ditetapkan terkait teknologi komunikasi mendatang.


"5G belum ada standarnya kan, jadi bagaimana patokan pengembangannya?" celetuk Hardyana lagi.


Akan tetapi, wanita yang akrab disapa Nana itu mengaku perusahaannya selalu aktif ikut andil dalam pengembangan teknologi komunikasi terbaru.


"Ericsson pasti aktif kalau soal riset dan pengembangan. Kita tunggu saja perkembangannya dulu, tapi saya rasa industri akan mengoptimalkan teknologi 4G dulu yang masih belum semua pakai," tandas Nana.

Analisis :
Teknologi memang pada umumnya memudahkan kita sebagai manusia dalam melakukan komunikasi,mentransfer data dengan cepat yang sedang di kembangkan 4G LTE. Suatu aplikasi yang belum menyeluruh di indonesia sendiri terhadap 4G LTE perlu adanya penataan ulang untuk pengguna 4G LTE supaya menyeluruh ke indonesia terutama bagi para pemula yang memakai 4G LTE. Suatu perusahaan yang membuat generasi berikutnya yaitu 5G, masih dalam tahap pengembangan. Indonesia sendiri belum optimal dalam pemakaian 4G perkembangan masih cukup panjang untuk ke 5G.

Sumber :
http://tekno.liputan6.com/read/2047175/belum-semua-pakai-4g-teknologi-5g-siap-mendarat