Jumat, 23 Oktober 2015

TUGAS 2 (Part 1 dan 2)


Carilah wacana yang membedakan pemanfaatan Bahasa Indonesia
pada tataran ilmiah, semi ilmiah, dan non ilmiah. uploadlah dalam 1
judul (tugas 2) !

A. Wacana ilmiah adalah wacana yang memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa.  Contoh makalah, laporan tesis, skripsi, dan disertasi.

Contoh wacana ilmiah :
Analisis Pengaruh Pemberdayaan Guru Terhadap Kinerjanya Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar Kota Surabaya
PENDAHULUAN.
Upaya Pemerintah terhadap pemerintah tenaga guru sebenarnya telah di­lakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia, melalui berbagai bentuk ke­bijakan. Ditetapkannya Undang Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen merupakan dasar kebijakan untuk memperkuat eksistensi tenaga kependidikan sebagai tenaga profesional, seperti profesi-profesi yang lainnya. Kualitas profesi tenaga guru selalu diupayakan, baik melalui ketentuan kualifikasi pendidikannya maupun kegiatan in-service training, dengan berbagai bentuknya, seperti: pen­di­dikan dan latihan (diklat), penataran dan pelibatan dalam berbagai seminar untuk meng-updatewawasannya dalam kompetensi pedagogi dan akademik. Pemerintah mulai menyadari betapa strategisnya peran tenaga guru dalam mengantarkan gene­rasi muda untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan kompetitif sehingga mampu mewujudkan suatu kesejahteraan bersama. Sejarah peradaban dan kemajuan bangsa-bangsa di dunia membelajarkan pada kita bahwa bukan sumber daya alam (SDA) melimpah yang dominan mengantarkan bangsa ter­sebut menuju pada kemakmuran, tetapi ketangguhan daya saing dan ke­unggulan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi (ipteks) bangsa tersebutlah yang berperanan untuk meraup kesejahteraan. Bahkan SDM yang menguasai ipteks cenderung memanfaatkan teknologinya untuk menguasai SDA bangsa lain.


B. Wacana semi ilmiah adalah penulisan yang tidak terikat Bahasa Indonesa baku lisan, sehingga berkemungkinan besar terjadinya penghilangan kalimat. Tapi tidak mengurangi ciri bakunya, namun pemilihan kata dan bentuk kata dserta kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat mempengaruhi dalam memahami makna gagasan. Contoh atrikel, editorial.
Contoh wacana semi ilmiah dalam sebuah editorial.

1. Koran Korsel Minta Samsung Berhenti Jadi Pencontek
TEMPO.CO, Seoul - Samsung perlu menjadi "penggerak pertama" dan menciptakan gadget baru sendiri, menurut sebuah editorial yang diterbitkan oleh JoongAng Ilbo, salah satu koran terbesar Korea Selatan. Jika tidak, mereka akan selalu dalam risiko terjerat dalam sengketa paten.
Baru-baru ini, produsen elektronik terbesar di Korea Selatan ini kalah dalam gugatan paten melawan Apple di pengadilan New York. Perusahaan ini diwajibkan membayar ganti rugi US$ 1,05 miliar dolar AS.

Media Business Insider mencatat, strategi cepat Samsung dalam mencontek ditemukan dalam kategori lain produk mereka. Sebagai contoh,New York Times mencatat, Samsung menunggu harga LCD turun, kemudian membuat taruhan besar pada teknologi itu dan melemahkan Sony dan saingan lainnya di pasar TV layar datar.

Cara ini, kata Business Insider, tidak akan bekerja saat litigasi paten memanas. "Jadi Samsung harus menjadi lebih dari penemu jika ingin  berada di bagian atas produsen penghasil gadget," tulis JoongAng Ilbo.

Dalam editorial yang lain, JoongAng Ilbo memberikan saran, antara lain mendorong lebih banyak startup seperti Facebook untuk mengatasi kurangnya inovasi dalam perekonomian Korea. (Sumber : koran.tempo.co)

2. Artikel Wacana Semi Ilmiah

Jadilah Sahabat Bumi!
Apakah kita pernah tersadar dimanakah kita sekarang ini? Kita sebagai manusia hidup di Bumi mulai dari lahir, kecil, beranjak dewasa, sampai kita meningal. Kita sangat berhutang budi pada Bumi, planet tempat tinggal kita yang tercinta ini. Tetapi, berapa banyak kita telah mengotori Bumi, merusak Bumi, dan membuat bumi ini menjadi tidak indah lagi? Kadang-kadang kita tidak sadar bahwa perbuatan kita sangat merusak bumi dan terkesan tidak berterima kasih pada bumi yang telah berjasa banyak pada bumi.

Oleh karena itu, kita harus mulai mengubah hidup kita agar perbuatan kita ini tidak lagi merusak bumi. Tentunya kita adalah manusia yang tidak dapat melakukan semua hal. Jadi, kita cukup melakukan perbuatan yang dapat kita lakukan dan tidak perlu memaksakan diri. Jika kita hanya dapat berbuat hal-hal yang sederhana, ya kita lakukan hal sederhana tersebut. Jangan hanya karena hal sederhana yang bisa kita lakukan, kita malu untuk melakukannya sehingga kita tidak melakukan apa-apa. Tetapi juga kita harus mengembangkan diri supaya bisa melakukan hal yang lebih besar lagi. Yang terpenting adalah niat dan keikhlasan.

Hal-hal kecil yang dapat kita lakukan misalnya adalah membuang sampang pada tempatnya, melakukan penghematan listrik, menghemat Bahan Bakar Minyak dan masih banyak lagi. Mungkin kita sudah bosan dengan kata-kata "Buanglah Sampah Pada Tempatnya". Kita mendengar itu kata-kata itu sejak kita kecil sampai dewasa. Tetapi apakah kita sudah melakukan hal yang kita anggap sederhana tersebut? Mungkin ya, mungkin tidak. Kadang-kadang untuk sampah yang besar kita ingat, tetapi jika sampahnya kecil seperti sobekan kertas, plastik, atau bungkus snack, kita membuang begitu saja.
Jika kita ada dikelas, maka kita taruh sampah tersebut di kolong meja. Jika ada di angkot maka kita taruh dibawah tempat duduk.

Hal itu tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa. Itu menandakan bahwa yang terpenting adalah kesadaran diri. Usia tidak berpengaruh pada sikap seseorang. Yang paling berpengaruh adalah kesadaran. Itu yang paling penting. Begitu juga dengan penggunaan listrik dan air. Kita selalu menganggap bahwa lebih banyak orang yang menggunakan air lebih banyak dari diri kita sendiri segingga kita berpikir kalaupun kita menghemat, tetap saja tidak akan berguna. Itu adalah pemikiran yang salah. Jika semua orang berfikir itu, maka tidak akan ada yang berhemat bukan? Kita harus menanamkan pikiran segala sesuatu hal yang baik itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Jangan menunggu orang lain untuk berbuat hal kebaikan.
Oleh karena itu, makan untuk menjaga lingkungan kita ini, lingkungan bumi kita yang tercinta ini, lakukanlah suatu hal yang kecil karena sesuatu hal yang besar itu tidak akan ada sebelum ada hal yang kecl. Jika hal kecil itu dilakukan oleh banyak orang, maka hal kecil itu akan menjadi hal yang besar. Jika seribu orang membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan, maka daerah tersebut akan menjadi bersih. Tetapi jika seribu orang membuang sampah sembarangan, maka tentunya daerah itu akan sangan kotor sekali.
Jadi, janganlah pernah meremehkan hal-hal kecil seperti menghemat listrik, menghemat air, menghemat BBM, atau membuang sampah pada tempatnya. Lakukan mulai dari diri sendiri lalu tularkanlah pada orang disekitar anda. Jadilah sahabat bumi dan cintailah bumi ini. Semoga jika kita telah melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan, Bumi ini kembali indah, sejuk, segar dan udaranya nyama sehingga kita senang hidup di bumi ini. JADILAH SAHABAT BUMI !

C. Wacana Non Ilmiah adalah penulisan yang tidak terikat dalam ragam bahasa baku. satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsbContoh anekdot, opini, reportase, cerpen.
Contoh wacana non-ilmiah dalam sebuah cerpen : 

1. Pemotong Kayu Yang Jujur
Tersebutlah kisah nun jauh di pedalaman, tinggalnya seorang pemotong kayu yang tua dan miskin. Adapun kemampuannya hanyalah mencari rezeki dengan menebang pokok yang sederhana besarnya untuk dijual sebagai kayu api. Hanya isterinyalah peneman hidup saban hari tanpa dikurniakan anak.
Dijadikan cerita, takdirnya pada suatu pagi.......
Pergilah si tua tersebut jauh ke hutan untuk menebang pokok untuk dibuat kayu api. Tidak seperti kebiasaannya, kali ini si isteri tidak dapat menemani si suami kerana sakit.
Maka ke hutanlah si tua seorangan awal pagi sebelum terbit mentari untuk mencari kayu api. Seharianlah si tua menebang pokok dengan kapak besinya yang telah uzur seuzur usianya.... Sehinggalah kepenatan tidak jua dia berhenti.....
Tiba-tiba... genggamannya semakin lemah lalu terlepas kapak kesayangan dari tangannya lalu tercebur kedalam sungai yg dalam. Menangis sayulah si tua kerana kehilangan kapak yang menjadi punca rezeki... hendak terjun mencari takut disambar arus... meratap lah ia mengenangkan nasib...
Maka...bersimpatilah pari-pari dilangit melihat kegundahan si tua tersebut.... lalu turunlah ia bertanya... "wahai orang tua... kenapa bersedih hati"...
Dengan nada perasaan takut dan terkejut diperamati benar-benar, maka tahulah dia si pari-pari telah turun kebumi menyapakan....lalu diceritakan apa yang berlaku...
"Baiklah..akan kubantu mencari kapak engkau yang tenggelam"... lalu dengan serta merta terjunlah si pari-pari ke dalam sungai.... selang beberapa minit timbul lah kembali si paripari sambil mebawa kapak emas lalu dihulur kepada situa.... Dengan sedih jawab situa "..bukan..ini bukan kepunyaan hamba...tidak mampu hamba memiliki kapak emas ini"....
Lalu terjunlah sekali lagi si pari-pari ke dalam sungai dan timbul kembali bersama kapak perak. Tidak jua mengaku si tua kerana itu bukan kapak miliknya. Sekali lagi si pari-pari terjun lalu membawa pula kapak gangsa. Tidak juga si tua itu menerimanya sehinggalah si pari-pari membawakannya kapak besi yang uzur.
Maka apabila terpandang akan kapak itu...giranglah hatinya kerana itulah kapak miliknya. Lalu si pari-pari menyerahkan kapak tersebut kepada si tua. Sebagai balasan kejujuranya kapak emas, perak dan gangsa turut dihadiahkan.
Pulanglah si tua dengan hati yang gembira. Sesampainya ke rumah lalu diceritakan kepada isterinya apa yang berlaku. Si isteri turut bergembira dengan kejujuran suaminya.
Keesokan harinya isteri si tua itupun sihat...

2. Contoh penggunaan bahasa dalam tataran non-ilmiah :

AKU
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Buatlah kerangka karangan sesuai contoh kasus yang anda pilih! Perhatikan Sistematika penulisan! (Tugas 2) 
Jawab:

Topik : Kegiatan Karang Tarunan Desa Sukses Jaya
      1.  Kegiatan Sosial
      2. Kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP)
      3. Kegiatan Olahraga, Rekreasi dan Kesenian


Karang Taruna
Desa Gandoang untuk membangun rasa sosialisme periode 2015-2016
      1. Kegiatan sosial
          1.1  memberi bantuan langsung kepada masyarakat.
          1.2 memberikan pembinaan dalam program-program tertentu bekerjasama dengan pemerintah maupun LSM.
          1.3 penyuluhan, bimbingan sosial, memberikan motivasi, konsultasi, melakukan mediasi, serta pembinaan mental generasi muda.
          1.4  mendorong partisipasi masyarakat untuk bersama-sama dalam suatu program bersama yang secara gotong royong.

      2. Kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP)
                 2.1 Swadana anggota dan pengurus, dalam bentuk iuran maupun pinjaman.
          2.2 Penyisihan dari hasil usaha sebelumnya atau dana yang disisihkan dari sumber-sumber lain.
          2.3 Pinjaman perorangan, dari warga masyarakat, pengusaha atau sumber lain.
          2.4 Modal usaha yang diberikan oleh mitra, baik perorangan maupun perusahaan.

      3.Kegiatan Olahraga, Rekreasi dan Kesenian
         3.1 mengadakan kegiatan senam pagi di hari libur ataupun olahraga lainya untuk menunjang kesehatan. 
         3.2  mengadakan rekreasi alam untuk mengenalkan lingkungan kepada masyarakat yang kurang  memperhatikan lingkungan.
         3.3  Mengadakan suatu karya panggung seperti teater untuk menghibur masyarakat.
           
Sumber :
 http://ceritakanak2.blogspot.com/
http://sutriatna.blogspot.co.id/2015/05/tugas2.html

Jumat, 09 Oktober 2015

Bahasa Indonesia secara baik dan benar

1. Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar
          Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai  dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat juga diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.
         Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Masalah yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain adalah disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa kita sadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal seperti ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak sesuai dan tidak baik.
        Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan sebagai penggunaan dan pemakaian kata-kata dalam ragam bahasa yang serasi dan selaras dengan sasaran atau tujuan. Yang terlebih penting lagi adalah mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar. Pernyataan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu pada ragam bahasa yang dimana memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan biasanya adalah dalam bentuk bahasa yang baku.

A. Bahasa yang baik dan benar itu memiliki empat fungi :
(1) fungsi pemersatu kebhinnekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas-batas kedaerahan;

(2) fungsi penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulan dengan bangsa lain;

(3) fungsi pembawa kewibawaan karena berpendidikan dan yang terpelajar; dan
(4) fungsi sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya dan betul tidaknya pemakaian bahasa.

B. Ciri – ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut :
  1. Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat  yang baku: acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
  2. Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget; uang dan bukan duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.
  3. Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
  4. Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.
  5. Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud aslinya.
C. Contoh Menggunakan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar
Contoh nyata dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku:
  • Apakah kamu sedang mengerjakan tugas rumah saat ini?
  • Apa yang kamu kerjakan tadi di sekolah?
  • Contoh ketika dalam dialog antara seorang Orangtua dengan anaknya.
    • Orangtua : nabil ! Apa yang sedang kamu lakukan?
    • Nabil : Saya sedang bermain game. Ada apa, bu?
    • Orangtua : Apakah kamu tidak belajar untuk ujian besok?
    • Nabil : Ya, akan saya lakukan setelah saya selesai bermain game, bu.
·     Kata-kata diatas adalah kata yang sesuai untuk digunakan dalam lingkungan sosial 
         Contoh lain yang saya kutip adalah pada Pembukaan Undang-Undang Dasar antara lain :
Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
Dari beberapa kalimat didalam undang-undang dasar tersebut menunjukkan  bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sangat baku, dan itu merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar.
·         Contoh lain, seperti kegiatan sosialisasi yang dilakukan antara masyarakat. Contohnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan keheranan, keraguan atau kecurigaan. Ini akan terlihat sangat aneh bila dalam komunikasi kita dalam bersosialisasi dengan orang lain, kita menggunakan bahasa baku seperti ini.
·         (1)   Berapakah Bapak mau menjual harga game ini?
·         (2)   Apakah sayur ini masih segar, berapa harganya bu, untuk sayuran ini?
·         Contoh di atas merupakan contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat.
·         (3)   Jual berapa pak? Game ini?
·         (4)   Masih segar, bu? Berapa harganya?
·         Bahasa indonesia yang baik dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti,  bentuk bahasa baku yang sah dibuat agar secara luas masyarakat indonesia dapat berkomunikasi menggunakan bahasa nasional.
·         Contoh nyata, pada kutipan teks “Sumpah Pemuda” adalah sebagai berikut :
“Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”,
demikianlah bunyi dari alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para pemuda yang kemudian menjadi salah satu factor penting pendiri bangsa dan negara Indonesia. Bunyi alenia ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia, khusus nya kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia sudah sepatutnya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu berterima kasih lah kita terhadap “BAHASA”, karena bahasa juga merupakan faktor penting didalam konteks sumpah pemuda, oleh karena bahasa merupakan sesuatu hal yang bersifat universal, sehingga pemakainya menjadi mudah dan tepat pada saat seperti diatas. Dan penerimaannya juga baik, karena adanya pemakaian kata-kata yang baik dan benar.
·         Contoh lain adalah paragraph dibawah ini, merupakan sebagian dari gaya bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD dan menggunakan bahasa baku atau bahasa ilmiah dan bukan kata popular dan bersifat objektif, dengan penyusunan kalimat yang cermat dan tepat.
Dalam paradigma profesionalisme sekarang ini, ada tidaknya nilai informative dalam jaring komunikasi ternyata berbanding lurus dengan cakap tidaknya kita menulis. Pasalnya, selain harus bisa menerima, kita juga harus mampu memberi. Inilah efek jurnalisme yang kini sudah menyesaki hidup kita. Oleh karena itu, kita pun dituntut dalam hal tulis-menulis demi penyebaran informasi. Namun persoalannya, apakah kita peduli terhadap laras tulis bahasa kita. Sementara itu, yakinilah, tabiat dan tutur kata seseorang menunjukkan asal-usulnya, atau dalam penegasan lain, bahasa yang kacau mencerminkan kekacauan pola pikir pemakainya. Buku ini memperkenalkan langkah-langkah pragmatic yang Anda perlukan agar tulisan Anda bisa tampil wajar, segar, dan enak dibaca Dan yang menjadi kesimpulan adalah bahwa yang bisa kita pelajari dari semua ini adalah Bahasa merupakan sebuah suatu karunia yang diberikan Tuhan pada manusia agar manusia bisa memahami dan mengerti satu sama lain, menjadikannya sebagai alat komunikasi yang dasar dan sentral dan disamping itu bisa menjadi kekuatan tersembunyi dalam mempersatukan suatu hal dalam penggunaannya, dan ada baiknya jika dalam penggunaannya, kita memakai bahasa yang baik dan benar, sehingga bahasa yang kita sampaikan terlihat sesuai .

2. Fungsi bahasa Sebagai alat komunikasi
         Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4).
Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain.         Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita.Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Oleh karena itu, seringkali kita mendengar istilah “bahasa yang komunikatif”. Misalnya, kata makro hanya dipahami oleh orang-orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum..Dengan kata lain, kata besar atau luas,dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. Sebaliknya, kata makro akan memberikan nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional.Contohnya : Kata griya, misalnya lebih sulit dipahami dibandingkan kata rumah atau wisma. Dengan kata lain, kata besar, luas, rumah, wisma, dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum.
  • Pertama, bahasa Indonesia baku berfungsi pemersatu. Bahasa Indonesia baku mempersatukan atau memperhubungkan penutur berbagai dialek bahasa itu. Bahasa Indonesia baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bahasa Indonesia baku.
  • Kedua, bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai penanda kepribadian. Bahasa Indonesia baku merupakan ciri khas yang membedakannya dengan bahasa-bahasa lainnya.
  • Ketiga, bahasa Indonesia baku berfungsi penambah wibawa. Pemilikan bahasa Indonesia baku akan membawa serta wibawa atau prestise. Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi melalui pemerolehan bahasa baku.
  • Keempat, bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan. Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan bagi pemakainya dengan adanya norma atau kaidah yang dikodifikasi secara jelas.
        Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan baik atau tidak. Selain itu juga bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan dan tulisan.Berkomunikasi melalui lisan, yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering mengenal ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”,”Time untuk “waktu”. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Contoh bahasa sebagai alat komunikasi berupa:
Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, lukisan, gambar, dsb).
Contohnya :
  • bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam)
  • adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
  • suara adzan untuk tanda segera melakukan sholat
  • telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
  • simbol rambu-rambu lalu lintas yang berada di jalan
  • gambar peta yang menunjukkan jalan
  • melambaikan tangan berarti untuk menyampaikan salam
 Contoh Percakapan dialog dengan menggunakan Bahasa Indonesia :
Rachman : “Hai, Fana apa kabar.?”
Fana        : “Hai juga Rahman. Kabar aku baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya Rachman?”
Rachman : “Aku juga baik Fana. Fana setelah lulus kuliah mau kerja dimana?”
Fana        :  “Aku mau melanjutkan kerja di Bank Syariah.”
Rachman :  “Wah, kita sama. Aku juga hendak melanjutkan kerja di Bank Syariah .”
Fana        :   “Bagaimana jika kita melamar ke Bank Syariah bersama-sama?”
Rachman :   “Wah, itu ide yang bagus Fana. Baiklah minggu depan kita rencanakan lagi, ya.”
Fana        :   “Baiklah, Rahman.”
Dari percakapan di atas terlihat bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan sudah mencerminkan fungsi bahasa sebagai komunikasi.

Sumber :
https://limitationeye.wordpress.com/2013/10/24/tugas-bahasa-indonesia-penggunaan-bahasa-indonesia-secara-baik-dan-benar-serta-fungsi-bahasa-sebagai-alat-komunikasi/

Bulp, Aplikasi 'Perangkul' Aspirasi Masyarakat Buatan Anak Bangsa

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas layanan publik yang hadir di setiap perusahaan memang dinilai begitu penting. Di sisi lain, kesadaran masyarakat Indonesia akan sebuah feedback (umpan balik) terhadap kualitas layanan dapat membantu peningkatan layanan yang diberikan. Saat ini, perkembangan industri swasta di Indonesia berkembang begitu masif.

Hal tersebut secara otomatis membuat masyarakat semakin kritis dan peka untuk menyampaikan
feedback-nya untuk kualitas layanan yang ditawarkan masing-masing perusahaan.

Oleh karena itu, hadirlah Bulp, sebuah aplikasi yang dapat menampung aspirasi masyarakat terhadap kualitas layanan perusahaan yang ada di Indonesia.


Aplikasi
customer relation management pertama buatan perusahaan rintisan (startup) lokal ini hadir untuk menjembatani perusahaan dan masyarakat melalui penyampaian aspirasi yang komprehensif dan kolaborasi serta partisipasi aktif dari masyarakat dan perusahaan secara independen.

Chief Executive Officer dan Founder Bulp, Arie Nasution, mengungkap bahwa berdasarkan hasil riset yang dilakukan Avaya Indonesia pada 2015, 5 dari 6 orang Indonesia selalu merasa tidak puas dengan pelayanan perusahaan. 


Selain itu, hasil riset Gudpoin pada 2014 menyatakan, 96 persen dari pelanggan yang tidak puas dengan pelayanan perusahaan enggan untuk menyampaikan keluhannya. Hal tersebut tentunya berpotensi merugikan perusahaan, dimana perusahaan tidak dapat mendengar aspirasi masyarakat.


"Bulp diciptakan sebagai solusi untuk masyarakat menyampaikan aspirasi yang menyeluruh dengan mudah, tidak hanya keluhan, melainkan saran, permintaan hingga pujian yang ditujukan untuk pengembangan pelayanan dan tentunya mendapatkan respon dari perusahaan bersangkutan yang telah menjalin kerjsama dengan Bulp," tutur Arie pada saat peluncuran aplikasi Bulp di Conclave, Jakarta, Selasa (29/9/2015).


Arie menambahkan, sejak Januari hingga kini, Bulp telah menerima lebih dari 9000 aspirasi. Uniknya, 78 persen dari aspirasi tersebut bukan merupakan keluhan. Melainkan berupa saran, permintaan dan bahkan pujian.


"Dengan fitur yang dihadirkan Bulp, masyarakat bisa memberikan masukan yang tidak biasa, bahkan bisa dibilang 'menginspirasi'. Kunci keberhasilan kontrol sosial melalui gerakan yang kami usung, #YourVoiceMatters, merupakan kontribusi dan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku industri swasta. Kami berharap, gerakan ini dapat diterima dengan baik oleh kedua belah pihak," tambah Arie.


Bulp menawarkan fitur utama yang dapat digunakan penggunanya untuk menyalurkan aspirasi langsung ke perusahaan yang ingin di-
feedback. Aspirasi tersebut berupa saran, komplain (keluhan), permintaan, dan pujian.

Setelah mengumpulkan
feedback, pengguna bisa mengetahui perkembangan aplikasi dengan lima status yaitu pending, rejected, approved, delivered, dan responded.

Hadirnya kelima status ini diharapkan dapat memberikan keyakinan pengguna bahwa aspirasi yang disampaikan telah diteruskan ke perusahaan terkait melalui sistem Bulp dan juga merupakan bentuk dorongan kepada perusahaan agar aktif dalam memberikan respon terhadap aspirasi pelanggan.
 
Analisis :
Suatu aplikasi bentuk dorongan baru kepada perusahaan agar aktif dalam menyampaikan saran,keluhanan,permintaan  dan  pujian. Dengan fitur Bulp, masyarakat dapat menyampaikan feedback-nya untuk kualitas layanan yang ditawarkan masing-masing perusahaan. Bulp sebuah aplikasi yang dapat menampung aspirasi masyarakat terhadap kualitas layanan perusahaan yang ada di Indonesia. Hal tersebut tentunya berpotensi merugikan perusahaan, dimana perusahaan tidak dapat mendengar aspirasi masyarakat dengan adanya aplikasi Bulp bisa diterima oleh kedua pihak.Bulp saat ini sudah perkembang dengan lima situs yang mudah di akses. Bulp itu sendiri adalah buatan anak bangsa dan bisa menyalurkan aspirasi masyarakat dalam suatu pelayanan di perusahaan itu sendiri, supaya pelayanan tersebut mau menerima saran dll dari pelanggan dan menjadikan perusahaan itu sendiri membenahi pelayaanan terhadap pelanggan.

Sumber :
http://tekno.liputan6.com/read/2328304/bulp-aplikasi-perangkul-aspirasi-masyarakat-buatan-anak-bangsa

Aplikasi Smartwatch GM Bakal Bisa Buka Kunci Mobil

 
Liputan6.com, Jakarta Kehadiran smartwatch berhasil menarik perhatian produsen mobil. Setidaknya ketertarikan tersebut ditunjukkan oleh General Motors (GM) terhadap Apple Watch.

Dilansir
The Wall Street Journal, Senin (5/10/2015), ketertarikan GM itu disampaikan oleh Vice President of Strategy GM, Mike Ableson, saat menggelar presentasi. Ia menunjukkan sejumlah gambar aplikasi Apple Watch, yang tengah menjalani uji coba.

Nantinya dengan kehadiran aplikasi itu, para pemilik kendaraan bisa membuka dan mengunci mobil mereka. Bahkan tak menutup kemungkinan juga bisa menyalakan mesin dari jarak jauh atau secara remote.


Aplikasi tersebut kemungkinan bisa menjadi tren dalam bisnis otomotif, sehingga tidak perlu lagi menggunakan komponen konvensional untuk mengoperasikan mobil. Pengujian aplikasi ini sekaligus menjadi upaya GM untuk dapat terus bersaing dalam pertarungan teknologi di industri otomotif.


Seperti diketahui, persaingan industri otomotif dikabarkan akan semakin sengit. Karena tidak hanya akan bersaing dengan sesama produsen mobil, tapi juga para pendatang baru termasuk perusahaan-perusahaan teknologi seperti Uber Technologies.


GM pun yakin bisa mengatasi tantangan tersebut, termasuk "ancaman" dari Google dengan mobil tanpa supir, serta mobil listrik besutan Apple yang dikabarkan tengah dalam proses pengembangan.

Analisis :
Suatu rancang yang ingin di kembangkan dalam dunia ototmotif dengan suatu aplikasi berbasis teknologi aplikasi. Suatu perusahaan bisa memiliki suatu aplikasi untuk mengoprasikan mobil tanpa supir. Mobil listrik yang akan dalam tahap proses pengembangan di harapkan dapat memunculkan strategi yang baik bagi para penggunanya dan bisa mengatasi polutan dengan adanya mobil listrik. Aplikasi yang akan di kembangkan dengan lebih banyak menarik perhatian bagi kalangan yang memaikainya. Dengan aplikasi tersebut memudahkan para pengguna mobil untuk membuka ataupun mengunci mobil dengan bantuan aplikasi.

Sumber :
http://tekno.liputan6.com/read/2331020/aplikasi-smartwatch-gm-bakal-bisa-buka-kunci-mobil